Bursa Saham Asia menguat setelah rilis data AS terkait penjualan ritel
dan klaim pengangguran mendorong optimism pada perekonomian terbesar di
dunia tersebut. Sementara Bursa Saham Jepang berfluktuasi menjelang
pemilu diakhir pekan ini.
Indeks MSCI Asia Pacific menguat 0.1% ke level 136.89 pukul 9:03 pagi
waktu Tokyo. Saham perusahaan energi dan material pimpin acuan saham
regional menuju penurunan 2.3% pada pekan ini akibat penurunan harga
minyak dunia dibawah level $60 per barel untuk pertama kalinya sejak
Juli 2009 silam dengan Arab Saudi mempertanyakan perlunya pemangkasan
output.
Penjualan ritel bulan November naik 0.7% dari bulan sebelumnya, sesuai
dengan perkiraan dari survei para ekonom di Bloomberg, kenaikan akibat
para konsumen membutuhkan barang-barang elektronik, pakaian dan
furniture. Klaim tunjangan pengangguran pekan lalu turun 3,000 menjadi
294,000. Klaim telah berada dibawah angka 300,000 selama 12 dari 13
pekan terakhir.
Semenatra itu, minyak mentah WTI (West Texas Intermediate) hari ini
turun 1.3% ke level $59.16 per barel setelah kemarin turun 1.6%. Minyak
mentah telah memasuki situasi pasar yang bearish setelah Arab Saudi,
Iraq dan Kuwait selaku tig anggota OPEC terbesar mengupayakan penurunan
tajam terhadap ekspor minyak ke Asia setidaknya dalam 6 tahun terakhir
ini. Pasar akan mengkoreksi sendirinya, menurut Menteri Minyak Arab
Saudi Ali Al-Naimi.
Sumber : Bloomberg
Membaiknya Data Ekonomi AS, Angkat Bursa Saham Asia Dibuka Menguat 0.1%
Diposting oleh
Unknown
Jumat, 12 Desember 2014
0 komentar