SAN FRANCISCO - Sejumlah analis mengemukakan prediksi mengenai pasar saham global pada 2015.
Nasdaq Composite Index diperkirakan menembus level 5.000 dan saham emiten berbasis biotek dan teknologi akan berguguran.
Satu
yang mengejutkan, saham Apple Inc. yang selama ini menjadi rebutan
investor hingga menjadi emiten paling bernilai se-Amerika Serikat
diprediksi akan mengalami tren menurun.
Pasca kematian pendirinya
Steve Jobs, Apple yang saat ini memiliki kapitalisasi pasar senilai
US$663 miliar diprediksi semakin tidak memikat.
Kim Forrest, Vice
President dan Analis Senior Fort Pitt Capital Group, menyebutkan produk
terakhir Apple Inc. yakni iWatch tidak cukup mendongkrak pasar.
"Saya
melihat perusahaan ini tidak lagi mengeluarkan produk yang super top
seperti sebelumnya. Jam itu bukanlah ide yang bagus dan menghilangkan
sisi mistik Apple," ungkapnya, Minggu (28/12/2014).
Di sisi lain,
Nasdaq yang menjelang tutup tahun masih bergerak di kisaran 4.800
diramalkan mengalami tahun yang fluktuatif karena beragamnya tantangan
domestik dan global.
Managing Director Raymond James &
Associates Jeffrey Saut menuturkan level 5.000 bukanlah hal yang sulit.
Dia meyakini Nasdaq akan kembali menembus kisaran tersebut seperti yang
pernah dicapai pada Maret 2000.
Saut menambahkan kemungkinan
Nasdaq bahkan bisa melampaui level pada tahun 2000 tersebut. Untuk
mencapai level 5.000, Nasdaq butuh kenaikan sampai 4% dan 7% jika ingin
memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Berkebalikan dengan
Saut, Chief Investment Officer BMO Private Bank Jack Ablin pesimis
Nasdaq akan kembali ke level tersebut. Pasalnya, tambah Ablin, belum ada
emiten yang secara fundamental mampu mengerek optimisme pasar melampaui
resesi global.
Analis menyebutkan emiten biotek akan mengawali
2015 dengan sejumlah tantangan berat setelah Gilead Sciences mengalami
masalah penanganan hepatitis C pada 22 Desember 2014 lalu.
Sepanjang
2014, bahkan sebelum kasus Gilead, saham-saham sektor ini termasuk yang
paling banyak menderita aksi jual. "Saya rasa saham-saham biotek
termasuk yang terlalu mahal. Tapi saya rasa akan ada gebrakan antara 3-5
tahun dari korporasi sektor ini. Kita tunggu," ujar Raymond James,
Analis Senior Raymond James & Associates.
0 komentar