LONDON – Harga emas bergerak menguat mendekati level
tertinggi enam bulan terakhir, ketidakpastian perekonomian Eropa
membuat permintaan komoditas logam mulia itu melonjak.
Namun,
pasca penguatan signifikan kemarin, pada perdagangan sampai pukul 09:00
WIB, harga emas Gold Spot terkoreksi 0,18% menjadi US$1.292 per troy
ounce atau Rp525.898 per gram, sedangkan harga jual emas Antam melonjak
4.000 poin menjadi Rp564.000 per gram.
Sebelumnya, pada
perdagangan kemarin emas Gold Spot ditutup melonjak 1,5% menjadi
US$1.295 dan dianggap pergerakan terbesar sepanjang sebelas bulan
terakhir.
George Gero, analis RBC Capital Markets LLC, mengatakan
para investor mulai kembali hijrah ke investasi emas karena
ketidakpastian ekonomi Eropa membuat investasi saham dinilai berisiko
tinggi.
“Mereka ingin bermain aman di tengah ekonomi Eropa yang
tidak pasti menjelang pertemuan Europe Central Bank (ECB) dan pemilihan
umum Yunani,” ujarnya seperti dilansir Bloomberg pada Rabu (21/1/2015).
Selain
itu, investor juga cemas pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) tidak
akan cukup kuat karena perekonomian global yang masih melambat.
Apalagi
jatuhnya harga minyak dunia berpotensi menghadang peningkatan inflasi
sehingga rencana kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed)
berpeluang ditunda.
Namun, sebagian besar pejabat The Fed masih
yakin suku bunga akan tetap dinaikkan meskipun harga minyak dunia jatuh
lebih dalam. Para pejabat itu yakin paling lambat kenaikan suku bunga
dilakukan pada Juni nanti.
Tapi, sebagian kecil pejabat The Fed
juga merasa khawatir kalau suku bunga dinaikkan saat momentum yang tidak
tepat. Mereka khawatir bencana ekonomi AS yang lebih besar lagi tiba
kalau kenaikan suku bunga terlalu terburu-buru.
Sumber:Bisnis.com
Ekonomi Eropa Tak Pasti, Logam Mulia Melonjak Ke US$1.292/O
Diposting oleh
Unknown
Rabu, 21 Januari 2015
0 komentar