Harga emas belum mampu untuk bergerak balik menguat

Diposting oleh Unknown Senin, 12 Januari 2015

 

Harga emas LLG pada penutupan perdagangan pekan lalu, 5-9 Januari 2015, terpantau ditutup dengan mengalami penguatan signifikan secara agregat sepekan. Penguatan harga emas LLG pada penutupan perdagangan pekan lalu dipicu oleh ekspektasi terhadap hasil rapat FOMC dan dorongan demand Tiongkok.

Pergerakan harga emas pada perdagangan pekan lalu terpantau cenderung berada dalam pola menguat meski masih tergolong berfluktuasi. Dari total 5 hari perdagangan, harga emas 3 kali ditutup dengan mengalami penguatan dan 2 kali melemah. Range pergerakan pada harga emas sendiri relatif lebar pada perdagangan pekan lalu dengan berada di level tertinggi $1.222 dan terendah pada $1.181,6. Adapun dari sisi signifikansi pergerakan, penguatan tersignifkan pada emas terjadi pada hari pertama perdagangan pekan lalu.

Kondisi yang belum stabil pada perekonomian dan politik di kawasan Uni Eropa serta kabar terkait demand Tiongkok terpantau menjadi sentimen positif kuat pada awal perdagangan pekan lalu. Kisruh politik Yunani serta demand Tiongkok terhadap emas yang meningkat jelang imlek, menjadi pendorong kuat pada aksi beli harga emas. Di luar hal tersebut, pergerakan harga emas juga semakin terdorong naik akibat pelemahan bursa global. Imbas rentetan sentimen positif tersebut, harga emas pun ditutup menguat pada perdagangan hari pertama dan kedua pekan lalu secara signifikan.

Meski masih mendapatkan dorongan fundamental positif dari demand Tiongkok dan kisruh politik Yunani, harga emas tidak dapat melanjutkan rally hingga Rabu pekan lalu. Rilis data ADP employment change AS menjadi landasan kuat terputusnya rally harga emas di tengah pekan lalu. Laporan data yang menyebutkan terjadi peningkatan dari level 208.000 ke 241.000 mengindikasikan sektor tenaga kerja AS positif dan berdampak pada terjadinya aksi jual emas.

Pasca terdorong melemah oleh rilis data ADP employment change, ternyata harga emas belum mampu untuk bergerak balik menguat. Meski kembali terdorong oleh masih tingginya demand Tiongkok, harga emas belum mampu kembali naik. Adapun hal tersebut dilandasi oleh trend rally Dollar AS yang terlalu kuat. Nilai Dollar AS yang terus hijau sejak awal hingga jelang akhir pekan lalu terlalu mengkhawatirkan untuk diacuhkan sebagai faktor aksi beli emas. Seiring hal tersebut, harga emas pun terdorong melemah menanggapi penguatan Dollar AS.

Namun, setelah mengalami pelemahan di dua hari beruntun, harga emas akhirnya kembali mendapatkan dorongan penguatan signifikan. Terdorong data non farm payroll AS yang jatuh, harga emas menguat signifikan. Adapun rilis data non farm payroll menunjukan penurunan dari lrbrl 353.000 yang merupakan hasil revisi dari data sebelumnya di 321.000 ke 252.000. Meski lebih baik dari ekspektasi di 240.000, penurunan tajam non farm payroll berdampak positif pada pergerakan harga emas.

Pada penutupan perdagangan emas pekan lalu, harga emas LLG terpantau ditutup dengan mengalami penguatan signifikan secara agregat sepekan. Harga emas LLG pada perdagangan pekan lalu secara agregat sepekan naik 2,81% ke tingkat harga $1.220,90/t oz atau menguat $33,35/t oz.

Sementara pada penutupan perdagangan emas berjangka di bursa Comex, harga emas berjangka juga ditutup menguat secara agregat sepekan. Harga emas berjangka Comex untuk kontrak Februari 2015 secara agregat sepekan pada perdagangan pekan lalu naik 2,52% ke tingkat harga $1.216,1/t oz atau menguat $29,9/t oz.

Analyst Vibiz Research Center memprediksi harga emas akan cenderung melemah pada perdagangan pekan ini. Hal tersebut dilandasi oleh ekspektasi positif pada data-data perekonomian Amerika Serikat di pekan ini. Terkait pergerakan harga, diprediksi harga emas akan bergerak di kisaran $1.170-$1.235 pada pekan ini

0 komentar

Posting Komentar