Harga
emas LLG pada penutupan perdagangan pekan lalu, 5-9 Januari 2015,
terpantau ditutup dengan mengalami penguatan signifikan secara
agregat sepekan. Penguatan harga emas LLG pada penutupan perdagangan
pekan lalu dipicu oleh ekspektasi terhadap hasil rapat FOMC dan
dorongan demand Tiongkok.
Pergerakan
harga emas pada perdagangan pekan lalu terpantau cenderung berada
dalam pola menguat meski masih tergolong berfluktuasi. Dari total 5
hari perdagangan, harga emas 3 kali ditutup dengan mengalami
penguatan dan 2 kali melemah. Range pergerakan pada harga emas
sendiri relatif lebar pada perdagangan pekan lalu dengan berada di
level tertinggi $1.222 dan terendah pada $1.181,6. Adapun dari sisi
signifikansi pergerakan, penguatan tersignifkan pada emas terjadi
pada hari pertama perdagangan pekan lalu.
Kondisi yang belum stabil
pada perekonomian dan politik di kawasan Uni Eropa serta kabar
terkait demand Tiongkok terpantau menjadi sentimen positif kuat pada
awal perdagangan pekan lalu. Kisruh politik Yunani serta demand
Tiongkok terhadap emas yang meningkat jelang imlek, menjadi pendorong
kuat pada aksi beli harga emas. Di luar hal tersebut, pergerakan
harga emas juga semakin terdorong naik akibat pelemahan bursa global.
Imbas rentetan sentimen positif tersebut, harga emas pun ditutup
menguat pada perdagangan hari pertama dan kedua pekan lalu secara
signifikan.
Meski masih mendapatkan
dorongan fundamental positif dari demand Tiongkok dan kisruh politik
Yunani, harga emas tidak dapat melanjutkan rally hingga Rabu pekan
lalu. Rilis data ADP employment change AS menjadi landasan kuat
terputusnya rally harga emas di tengah pekan lalu. Laporan data yang
menyebutkan terjadi peningkatan dari level 208.000 ke 241.000
mengindikasikan sektor tenaga kerja AS positif dan berdampak pada
terjadinya aksi jual emas.
Pasca terdorong melemah
oleh rilis data ADP employment change, ternyata harga emas belum
mampu untuk bergerak balik menguat. Meski kembali terdorong oleh
masih tingginya demand Tiongkok, harga emas belum mampu kembali naik.
Adapun hal tersebut dilandasi oleh trend rally Dollar AS yang terlalu
kuat. Nilai Dollar AS yang terus hijau sejak awal hingga jelang akhir
pekan lalu terlalu mengkhawatirkan untuk diacuhkan sebagai faktor
aksi beli emas. Seiring hal tersebut, harga emas pun terdorong
melemah menanggapi penguatan Dollar AS.
Namun, setelah mengalami
pelemahan di dua hari beruntun, harga emas akhirnya kembali
mendapatkan dorongan penguatan signifikan. Terdorong data non farm
payroll AS yang jatuh, harga emas menguat signifikan. Adapun rilis
data non farm payroll menunjukan penurunan dari lrbrl 353.000 yang
merupakan hasil revisi dari data sebelumnya di 321.000 ke 252.000.
Meski lebih baik dari ekspektasi di 240.000, penurunan tajam non farm
payroll berdampak positif pada pergerakan harga emas.
Pada penutupan perdagangan
emas pekan lalu, harga emas LLG terpantau ditutup dengan mengalami
penguatan signifikan secara agregat sepekan. Harga emas LLG pada
perdagangan pekan lalu secara agregat sepekan naik 2,81% ke tingkat
harga $1.220,90/t oz atau menguat $33,35/t oz.
Sementara pada penutupan
perdagangan emas berjangka di bursa Comex, harga emas berjangka juga
ditutup menguat secara agregat sepekan. Harga emas berjangka Comex
untuk kontrak Februari 2015 secara agregat sepekan pada perdagangan
pekan lalu naik 2,52% ke tingkat harga $1.216,1/t oz atau menguat
$29,9/t oz.
Analyst Vibiz Research
Center memprediksi harga emas akan cenderung melemah pada perdagangan
pekan ini. Hal tersebut dilandasi oleh ekspektasi positif pada
data-data perekonomian Amerika Serikat di pekan ini. Terkait
pergerakan harga, diprediksi harga emas akan bergerak di kisaran
$1.170-$1.235 pada pekan ini
0 komentar