New York - Harga emas naik 1 persen pada Rabu (28/1/2015) ini
setelah mengalami kerugian di dua dipicu melemahnya dolar dan saham
menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve AS yang dapat mendorong
kembali harapan ketika suku bunga AS akan mulai naik.
Harga emas
di pasar spot naik 1 persen menjadi US$ 1.293,06 per ounce. Logam mulia
ini jatuh 1,6 persen dalam dua sesi sebelumnya seiring penguatan ekuitas
dan ketidakpastian atas pemilihan Yunani. Emas mencapai posisi
tertinggi dalam lima bulan di US$ 1,306.20 pada hari Kamis pekan lalu.
Emas
berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup naik 1 persen menjadi
US$ 1.291,70 per ounce sebagai pilihan Februari berakhir dengan animo
berat sekitar US$ 1275, US$ 1280 dan US$ 1300.
"Februari membantu
emas, juga tentu saja dolar yang melemah, dan adanya pelemahan politik
di Eropa," kata George Gero, Ahli Strategi Logam Mulia RBC di New York.
The
Fed memulai pertemuan dua hari guna membahas kebijakan pertama tahun
ini dan investor berharap untuk mengakui prospek global yang tidak pasti
dan tetap berpegang pada janjinya untuk bersabar pada pengetatan.
Menurut dia, pertemuan Fed, membawa pembeli safe haven kembali ke pasar emas.
Dolar
jatuh hingga 1 persen terhadap sekeranjang mata uang utama, sedangkan
indeks saham global jatuh setelah AS mengecewakan hasil pendapatan
perusahaan dan penurunan tak terduga dalam pesanan barang tahan lama.
"FOMC
(Komite Pasar Terbuka Federal Federal Reserve) bisa memberikan sedikit
dorongan jika Fed mengakui masakah global ... dan inflasi tidak
masalah," kata analis Societe Generale Robin Bhar.
Bila The Fed
tetap menaikkan suku pada pertengahan tahun, sebuah langkah yang lebih
bisa meningkatkan dolar dan menyakiti bullion, aset non-bunga.
Emas
akan menghadapi tahun kerugian ketiganya dan masuk posisi rata-rata US$
1.234 per ounce tahun ini, seperti Amerika Serikat mempersiapkan untuk
kenaikan suku bunga pertama dalam hampir satu dekade. (Nrm)
0 komentar