Bursa saham Hong Kong berayun antara kenaikan dan penurunan seiring para investor menimbang data inflasi China. Perusahaan Pengembang Kota memimpin kenaikan saham energi merosot sementara.

Indeks Hang Seng turun sebesar 0,2 persen ke level 23,008.06 pada pukul 09:34 waktu Hong Kong setelah sebelumnya naik sebesar 0,2 persen. Indeks Hang Seng China Enterprises melemah sebesar 0,2 persen ke level 10,237.41 setelah kemarin meluncur lebih dari 10 persen dari level tertingginya pada bulan September lalu, penurunan yang memenuhi definisi koreksi. Puluhan petugas polisi Hong Kong membubarkan para demonstran pro-demokrasi dini hari tadi, dengan menggunakan semprotan merica.

Rilis data hari ini menunjukkan harga produsen China mempercepat penurunannya menjadi 1,8 persen pada bulan September setelah sebelumnya melemah sebesar 1,2 persen. Harga-harga konsumen naik sebesar 1,6 persen, penurunan sebesar 1,7 persen menurut perkiraan rata-rata para ekonom. Laporan kredit China dan jumlah uang beredar pada kemudian hari.

Indeks Hang Seng diperdagangkan pada angka 10,6 kali perkiraan laba kemarin, dibandingkan dengan angka sebelumya 15,6 untuk Indeks Standard & Poor 500. Kerusuhan politik di kota, ketidakpastian tentang pertumbuhan ekonomi China dan kebijakan suku bunga AS membantu menyeret indeks acuan ekuitas melemah sebesar 9 persen dari level tertingginya tahun ini sampai dengan kemarin.

Kontrak pada Indeks S & P 500 sedikit berubah hari ini. Indeks ekuitas yang mendasari naik sebesar 0,2 persen kemarin seiring saham energi turun terkait harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) merosot ke level 2 tahun terendahnya. 

Sumber : Bloomberg

0 komentar

Posting Komentar