Emas melemah terkoreksi setelah
pada jumat malam menguat rebound hingga ke level $1561.20 setelah data rilis Non-Farm
Employment Change dirilis di bawah ekspektasi pasar.
Dimana data Non-Farm Employment
Change AS dirilis di angka 145.000 pekerja atau di bawah ekspektasi pasar di
angka 162.000 pekerja. Dan data rilis
ini juga di bawah data sebelumnya di angka 256.000 pekerja.
Sementara itu data Average Hourly
Earnings m/m juga dirilis di bawah ekspektasi, diman data dirilis di angka 0.1%
atau di bawah ekspektasi pasar di angka 0.3%.
Penurunanan harga emas juga
dipengaruhi adanya penurunan tensi perang teluk, dimana DPR AS yang dipimpin
Nancy Pelosi telah membatasi keputusan Trump yang berkaitan invasi
militer. Setiap keputusan invasi militer
harus mendapat persetujuan DPR AS.
Demikian juga di Iran, para
demonstran mahasiswa dan rakyat berlangsung secara besar-besaran menghimbau
pemimpin Tertinggi Republik Islam Ayatollah Ali Khameini untuk tidak melakukan
serangan kembali ke pasukan AS di Irak.
Ini akan membuat harga emas
terkoreksi sementara untuk jangka pendek beberapa hari ini.
Namun demikian untuk trend
panjangnya, emas masih berpotensi menguat/bullish seiring akan datangnya Hari
Raya Imlek pada tanggal 25 Januari mendatang, dan kemungkinan reaksi Iran atas
tambahan sanksi ekonomi yang di jatuhkan oleh Trump terhadap Iran.
PivotPoint
Emas XAU/USD S3=1555.90 S2= 1557.40
S1= 1558.80 P= 1560.30 R1=
1561.70 R2= 1563.20 R3=
1564.60

0 komentar