Tampilkan postingan dengan label Gold. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gold. Tampilkan semua postingan



Harga emas terpantau pagi ini side ways menguat tipis 0.36% ke level  $1716.70.


Walaupun bergerak side ways, emas masih menjadi pilihan Investor untuk jangka panjang.


Harga emas sedikit tertahan seiring kekhawatiran baru seputar COVID-19 di China dan Singapore yang menguat kembali dan sikap Trump untuk menghentikan aliran dana kepada WHO, sehingga pasar jangka pendek kembali beralih ke koleksi Dollar AS.

Namun diperkirakan ini tidak berlangsung lama, karena dampak Inflasi dan resesi jauh lebih membahayakan untuk perekonomian AS ke depan.

Rilis data Unemployment Claim AS malam nanti akan menjadi dorongan volatilitas emas malam nanti.

Deparment Tenaga Kerja AS memprediksi akan ada penurunan klaim pengangguran minggu ini dimana diproyeksikan di angka  5350K atau di bawah data minggu lalu di angka 6606K.


Bisa jadi harga emas akan tertekan jika prediksi Departement Tenaga Kerja AS benar, atau terjadi penurunan klaim pengangguran, dan sebaliknya.


Sementara itu besok pukul 09.00 Wib diperkirakan harga emas akan kembali volatile seiring akan dirilisnya data GDP q/y China, Fixed Asset Investment ytd/y China dan Industrial Production y/y China.


PIVOT PO
INT

XAU/USD  S3= 1699.75 S2= 1715.75 S3= 1727.95 P= 1743.85 R1= 1756.15 R2= 1772.05
R3= 1784.35


Sentiment Pasar Emas Hari Ini

*President Trump Speaks (04.50 Wib), Unemployment Claims AS , Building Permits AS,  Philly Fed Manufacturing Index AS (19.30 Wib)




Harga emas terpantau pagi ini melemah 0.99%.

Pelemahan emas terjadi karena buruknya rilis dataTrade Balance China yang dirilis pagi ini.

Dimana Trade Balance Cina dirilis di bawah ekspektasi pasar, dimana  dimana data dirilis di angka $139 miliar Yuan atau di bawah ekspektasi di  $175 miliar Yuan.


Sementara itu dari analisa teknikal,terpantau harga emas dalam Daily Chart terlihat sudah masuki Overbought (RSI 14) di tahanan 80%, sementara pada Indikator Stochastic Oscillator (9,6,3) juga telah sentuh Overbought sentuh tahanan 70%.

Namun demikian dalam jangka menengah dan panjang, tren emas untuk menguat masih sangat mendukung, apalagi pasar saat ini sedang dihantui bayangan inflasi dan resesi global.

Kenaikan harga emas dal tiga hari terakhir terjadi karena Investor mulai melihat dampak yang luar biasa pasca meledaknya klaim pengangguran  ke level  16,8 juta orang.

Dan besok akan dirilis lagi data Unemployment Claims AS pukul 19.30 Wib, ini akan berpengaruh kuat terhadap pergerakan harga emas.

Selain itu Vollatilitas harga emas minggu  ini dipengaruhi oleh rilis data Penjualan Ritel, Produksi Industri dan Buku Beige Fed.

Pernyataan Mattew Harrison dari Morgan Stanley bahwa Wabah virus corona AS masih jauh dari selesai dan jalan untuk membuka kembali ekonomi terbesar dunia ini akan lama di atas membuat pasar mengambil langkah Risk-Off terhadap asetnya.

Emas masih akan menjadi pilihan utama para Investor ke depan.

Hari ini diperkirakan harga emas akan melemah untuk koreksi hingga rilis data  Core Retail Sales m/m dan Retail Sales m/m AS pukul 19.30 Wib.



PIVOT POINT

XAU/USD  S3= 1706.05 S2= 1726.60 S3= 1747.75 P= 1768.30 R1= 1789.45
 R2= 1810.00 R3= 1831.15


Sentiment Pasar Emas Hari Ini

President Trump Speaks (05.15 Wib), Core Retail Sales m/m AS, Retail Sales m/m AS (19.30 Wib), Overnight Rate CAD (21.00 Wib).




Harga emas terpantau menguat 0.30% ke level $1730.50.

Kenaikann emas adalah lanjutan sebelumnya , dimana emas sempat menguat hingga level  $1690.30.

Kenaikan emas karena kekhawatiran pasar untuk jangka menengah dan panjang melihat kemungkinan resesi sangat besar  karena dampak ekonomi global akibat COVID-19 yang berkepanjangan.

Terakhir terpantau kasus baru di China meningkat lagi di atas 100, sementara di Singapura melaporkan 233 kasus baru.

Di China yang seharusnya grafik pandemiknya turun, ternyata bisa naik lagi.

Ini yang membuat pasar mulai khawatir dan melihat “resesi dunia” menjadi sangat mungkin.
Dimana data CPI m/m AS dirilis di angka -0.4 atau di bawah ekspektasi pasar di angka -0.3.


Sementara data Core CPI m/m AS dirilis di angka -0.1% atau di bawah prediksi pasar di angka 1.0%.

Indeks Dollar terpantu melemah 0.03% ke level  99.45.


Diperkirakan hari ini harga emas tidak begitu volatile seiring masih banyak Bank di dunia yang libur, dan minimnya rilis dat ekonomi AS hari ini.

Kemungkinan harga emas baru akan kembali volatile pada esok hari seiring rilis data Trade Balance China.

PIVOT POINT

XAU/USD  S3= 1716.10 S2= 1724.10 S3= 1731.40 P= 1739.40 R1= 1746.70 R2= 1754.70

R3= 1762.00

Harga Emas Sideways Menanti Pidato Powell

Diposting oleh pruton Kamis, 09 April 2020 0 komentar






Harga emas pagi ini terpantau stagnan di level $1648.00 atau menguat tipis 0.02%.

Emas bergerak sideways karena Investor masih menanti kebijakan The Fed dalam Fed Chair Powell Speaks dana rilis data Unemployment Claims AS nanti malam.

Jika The Fed menyatakan akan optimisme ekonomi AS ke depan, maka Emas akan tertekan,nanun sebaliknya apa bila The Fed pesimis akan proyeksi ekonomi AS ke depan maka emas akan bullish.

Diperkirakan oleh pasar adanya kemungkinan The Fed akan meluncurkan kebijakan stimulus tambahan seperti yang sudah di gulirkan oleh Mnuchin dan Kudlow di gedung putih.

ECB Monetary Policy Meeting Accounts sore nanti juga akan memberikan pengaruh kepada pergerakan harga emas.

Kebijakan longgar ECB akan mendorong emas untuk naik dan sebaliknya.

Rilis data Core PPI m/m AS, PPI m/m AS dan Prelim UoM Consumer Sentiment AS juga akan mewarnai volitalitas harga emas malam nanti.

Sementara itu mulai hari ini OPEC akan melakukan pertemuan di Wina Austria yang diikuti 15 negara besar penghasil minyak.

Kenaikan harga minyak, bisa memicu harga emas untuk naik, karena proses eksploitasi produksi emas juga memerlukan energi minyak.



PIVOT POINT

XAU/USD  S3= 1646.30 S2= 1658.50 S3= 1.671.40 P= 1683.60 R1= 1696.50 R2= 1708.70 
R3= 1721.60

Sentiment Pasar Emas Hari Ini

OPEC Meetings (all day), ECB Monetary Policy Meeting Accounts (18.30 Wib), Unemployment Claims AS, Core PPI m/m AS, PPI m/m AS (19.30 Wib), Fed Chair Powell Speaks (21.00 Wib), Prelim UoM Consumer Sentiment AS (21.00 Wib).




Harga emas pagi ini terpantau melemah 0.22% ke level $1647.00.

Pelemahan emas terjadi karena para Investor kembali mengkoleksi Dollar AS pasca Trump mengatakan bahwa saat ini Dollar AS masih sangat kuat.

Seiring turunnyaimbal hasil treasury AS 10-tahun mundur dari pemulihan sebelumnya sementara menurun tiga basis poin menjadi 0,71% memebuat saham Wallstreet jatuh demikian juga indeks saham Asia.

Kebijakan Pemerintah dan Bank Sentral yang luar biasa membuat kekhawatiran pasar akan dampak ekonomi akibat COVID-19 mereda.

Seiring itu pertemuan FOMC akan berlangsung besok, pengamat menduga ada wacana untuk penambahan stimulus lanjutan.

Aktivitas di atas kesemuanya membuat dorongan Investor untuk berinvestasi jangka pendek, menanti kebijakan The Fed lebih lanjut.

Hari ini diperkirakan harga emas akan bergerak side ways cenderung melemah dengan kisaran harga $1643.00 -$1653.00.



PIVOT POINT

XAU/USD  S3= 1585.65 S2= 1628.85 S3= 1.656.25 P= 1699.45 R1= 1726.85 R2= 1770.05

R3= 1797.45

Sentiment Pasar Emas Hari Ini

President Trump Speaks (04.42 Wib), Crude Oil Inventories AS (21.30 wib).




Harga emas pagi ini nampak masih menguat, dimana emas naik 1.10% ke level $1712 seiring pengaruh jatuhnya rilis data tenaga kerja AS (NFP).

Sementara itu langkah luar biasa dari Pemerintah AS dan Bank Sentral AS menambah keyakinan pasar bahwa dampak ekonomi AS akibat COVID-19 akan dapat teratasi.

Pernyataan Mnuchin dan Kudlow dari Gedung putih mengisyaratkan bahwa Pemerinta akan menambah stimulus lanjutan untuk mempercepat pemulihan ekonomi AS, agar tidak terpuruk dalam.



Langkah-langkah luar biasa ini membuat Investor tidak lagi mengalihkan asetnya ke Dollar AS, namun mulai kembali menginvestasikan ke emas dan sebagian saham.

Emas mendapat kepercayaan kembali menjadi aset safe haven.

Harga emas telah menembus resistance $1650.00 dan menuju area $1700.00.

Namun untuk sementara mungkin harga emas akn terkoreksi dulu seiring sinyal dari Indikator RSI (14) dan Stochastic Oscillator (9.6.3).

Emas telah naik cukup tinggi dalam 2 minggu terakhir ini.


PIVOT POINT

XAU/USD  S3= 1571.85 S2= 1605.05 S3= 1.649.45 P= 1682.65 R1= 1727.05 R2= 1760.25

R3= 1804.65

 Sentiment Pasar Emas Hari Ini

Trade Balance AUD (8.30 Wib), Cash Rate AUD, RBA Rate Statement (11.30 Wib),  Eurogroup Meetings (All Day), OLTS Job Openings AS, IBD/TIPP Economic Optimism AS (21.00 Wib)






FXPruton-Nampak pada gambar harga emas Chart Daily bergerak menuju resistance utama $1640.70. Harga terpantau saat tulisan ini dibuat bergerak ke level $1638.90.
Sepertinya harga emas ingin menuntaskan perjalannanya menuju resistance utama.

Buruknya rilis data NFP Jumat malam membuat emas punya kesempatan untuk menyentuh resistance terdekat.

Nmun demikian Indikator Stochastic Oscillator (9,6,3) dan RSI (14) telah memberikan sinyak Overbought yang mengindikasikan jenuh beli.

Sepinya rilis data ekonomi AS hari ini dan faktor penggerak emas, membuat harga bergerak mengikuti indikator teknikal yang mengisyaratkan Beli//Buy.

Terpantau Indikator lain seperti MA20,MA50 MA100 mengindikasikan untuk Beli, MACD(9,12,26), ADX(14), CCI (14), dan ATR(14) kesemuanya merekomendasikan sinyal Beli/Buy.




Emas pagi ini terpantau melemah, seiring meguatnya Indeks Dollar AS setelah Trump mengumumkan perpanjangan peraturan  pemberlakuan pedoman jarak sosial nasional hingga 30 April.

Trump juga mengatakan bahwa tingkat kematian karena COVID-19 di AS akan memuncak dalam dua minggu ini.

Ini membuat sebagian Investor panik walaupun tidak agresif mereka kembali mengkoleksi Dollar AS, yang memebuat Indeks Dollar AS hari ini menguat walaupun tidak ekstrim.

Sementara itu harga emas terpantau melemah ke level $1619.20 saat tulisan ini dibuat atau turun 0.04%.

Harga emas terpantau dalam seminggu terakhir bergerak dalam kisaran terbatas dalam range $1615.00- $1630.00 seiring penantian RUU Stimulus Fiskal dan pelaksanaanya dalam jangka pendek, apakah program ini berhasil meredam dampak ekonomi COVID-19 di AS.

Sementara diperkirakan harga emas akan tetap bearish terbatas dikarenakan minimnya rilis data ekonomi AS hari ini.

Pernyataan Trump maupun Nancy Pelocy pada hari ini akan berdampak pada pergerakan harga emas.

Khususnya rencana  langkah-langkah Trump dalam merealisasikan dana stimulus yang ada.

PIVOT POINT

XAU/USD  S3= 1632.75 S2= 1642.95 S3= 1652.80 P= 1663.00 R1= 1672.85 R2= 1683.05 R3= 192.90

Sentiment Pasar Emas Hari Ini

Pending Home Sales m/m AS (21.00 Wib)






Harga emas pagi ini terpantau melemah 0.07% ke level $1495.30.

Pelemahan emas terjadi karena Investor beramai-ramai melikuidasi emasnya untuk menutupi kerugian di bursa saham dan investasi lain.

Paket EQ senilai $700 miliar masih belum mampu mengangkat indeks bursa AS dari keterpurukan.
Seperti Dow 30 misalnya, hari ini masih terpantau merosot 12.93% ke level 20.188,50. Ini sebuah penurunan terbesar, hampir 3.000 point.

Kebijakan Trump dengan stimulus,pemangkasan tariff pajak dan penurunan suku bunga gagal membuat kepercayaan pasar bahwa AS berhasil mengendalikan dampak ekonomi virus Corona.

Kebijakan moneter yang lebih longgar dan tekanan pada aset yang dianggap berisiko, seperti saham, biasanya berdampak positif bagi emas, namum dalam situasi kali ini justru yang terjadi malah kebalikannya, banyak aksi jual emas yang dilakukan guna menutupi kerugian di investasi lainnya, hal yang pastinya malah memicu penurunan harga emas melebihi dari yang seharusnya.

Secara teknikal sebenarnya harga emas telah Oversold jika dilihat dari sinyal indikator RSI(14) maupun Stochastic Oscillator (9,6,3).

Hargapun telah memasuki range $1500-an atu kembali ke kisaran pada November 2019 silam.
Hari ini harga emas akan bergerak lebih volatile pasca rilis data Core Retail Sales m/m AS dan Retail Sales m/m AS(19.30 Wib).

Pivot Point

Emas  XAU/USD   S3= 1341.50   S2=1396.25  S1= 1451.15 P=1505.90  R1=1560.80 R2=1615.50
R3= 1670.50

Sentiment Emas Hari ini:
Core Retail Sales m/m (19.30 Wib), Retail Sales m/m (19.30 Wib)




Harga emas pagi ini menguat seiring keputusan The Fed untuk memangkas lagi suku bunganya dari <1.25 ke <0.25% dan meluncurkan paket EQ sebesar $700 miliar untuk mengatasi dampak ekonomi dari virus Corona.

Lima bank sentral lain juga memotong harga nilai tukar untuk mempermudah perolehan dolar di lembaga keuangan mereka yang sedang hadapi tekanan kredit. Kerja sama tersebut antara Fed, Bank Kanada, Bank Sentral Eropa, Bank Inggris, dan Bank Jepang, dan Bank Nasional Swiss.

Emas terpantau menguat  2.34% pagi ini ke level  $1575.70.

Namun penguatan emas masih diragukan seiring berubahnya selera Investor saat ini lebih memilih memegang uang tunai dari pada investasi lainnya, mereka menginginkan dana yang likuid untuk saat ini.

Secara teknikal emas telah menembus support $1553.35 yang dianggap sebagai tahanan pamungkas emas untuk turun.

Seiring tertembusnya support ini diperkirakan emas akan cenderung turun menuju $ 1500.00, demikian para pemgamat memprediksi.

Investor saat ini lebih memilih memegang uang tunai dan di investasikan dalam bentuk pinjaman kepada perusahaan-perusahaan di bursa yang butuh suntikan dana untuk kelangsungan oprasional perusahaannya.

Sentara itu rilis data Industrial Production y/y CNY pukul 09.00 Wib pagi ini  akan memepengaruhi pergerakan emas, diperkirakan data Indusstrial Production China akan jatuh ke -3.0% atau jauh di bawah data sebelumnya di angka 6.3%.

Emas akan makin tertekan jika data dirilis sesuai ekspektasi pasar.




Harga emas saat ini melemah 0.92% ke level $1571.80 seiring  Investor beramai-ramai melikuidasi posisi profit di emas untuk menutupi kerugian di bursa, seiring jatuhnya Wallstreet kembali setelah Trump menangguhkan perjalanan Eropa-AS selama 30 hari ke depan.


Emas sempat anjlok hingga sentuh level  $1560.90, membuat emas terdepak dari resistance $1600.00.
Emas juga melemah seiring ramainya negara-negara besar seperti AS, Jepang,negara-negara Uni Eropa, Australia,Kanada melakukan langkah stimulus dan penurunan suku bunga untuk mengurangi dampak negatif ekonomi. Ini mengurangi kekhawatiran ekonomi global.

Dow 30 misalnya tersungkur hingga ke level terendah 21.200, dan hari ini masih di area negatif.
Sementara itu secara teknikal emas cenderung dekat dengan support $1553.00 dan Indikator Stochastic Oscillator maupun RSI cenderung mendukung pergerakan bearish emas.

Rilis data ekonomi AS yang mengkin memberi pengaruh terhadap harga emas adalah data Prelim UoM Consumer Sentiment AS yang akan dirilis hari ini pikul 21.00 Wib.

Namun untuk saat ini harga emas  mengikuti teknikal yang cenderung turun.

Pasar masih menunggu petunjuk dan sinyal lebih untuk membuat keputusan baru untuk ambil posisi opennya, karena Investor saat ini khawatir dan ragu untuk berinvestasi, termasuk emas.  Mereka lebih memilih wait and see, apalagi rilis data AS berimpac besar minim untuk hari ini.





*Pivot Point*

*Emas  XAU/USD   S3= 1452.10   S2=1506.40  S1= 1541.45  P=1595.75  R1=1630.80 R2=1685.10*
*R3= 1720.15*

*Sentiment Emas Hari ini:*
* Prelim UoM Consumer Sentiment AS (21.00 Wib) *





PrutonFX-Pagi ini emas menguat setelah 2 hari tertekan akibat langkah-langkah stimulus yang dilakukan negara-negara besar seperti AS, Jepang,Kanada, China dan lainnya.
President Trump melakukan ekspektasi stimulus fiskal tambahan dari pemerintah AS sehari setelah ekuitas AS mengalami penurunan harian terbesar sejak krisis keuangan 2008.

Pemerintah Trump juga berencanan akan melakukan penurunan tarif pajak pada sektor yang paling terkena dampak virus Corona.
Sementara itu Jepang meluncurkan paket $4 Miliar Yen untuk mengatasi dampak ekonomi Virus Corona.

Isu rencana FOMC akan melakukan pemangkasan suku bunga lagi, membuat emas menguat kembali ke $1657.40, setelah kemarin tertekan hingga di bahwah $1500.00.

Selanjutnya pasar emas hari ini akan fokus pada rilis data CPI m/m AS, Core CPI m/m AS dan Treasury Sec Mnuchin Speaks malam ini.

Menteri Ekonomi Jerman melakukan langkah-langkah pemerintah untuk mengurangi dampak virus corona dengan stimulus bernilai miliaran euro, Altmaier menjelaskan, "Kabinet akan mengeluarkan aturan kerja jangka pendek yang lebih fleksibel pada hari Rabu untuk membantu perusahaan-perusahaan menjembatani masalah likuiditas."

Antara stimulus dan ancaman virus Corona baru akan saling mendorong membuat harga emas akan cenderung volatile hingga keseimbangan harga terjadi dan disepakati antara penjual dan pembeli.
Secara teknikal hari ini emas berpotensi akan menyentuh resistance $1663.50 sebagai resistance terdekat dan cukup penting.

PivotPoint

Emas  XAU/USD   S3= 1609.35 S2=1625.70 S1= 1639.00 P=1655.35   R1=1668.65  R2=1685.00  R3= 1698.30

Sentiment Emas Hari ini:

CPI m/m AS , Core CPI m/m AS (19.30 Wib), Treasury Sec Mnuchin Speaks (21.00 Wib).






PrutonFX- Joe Biden, mantan Wapres Pemerintahan Barack Obama ini telah memenangkan polling untuk menjadi kandidat Capres dari Partai Demokrat.  Joe terpilih setelah mengalahkan Bernie Sanders. Joe mendapat 433 suara, sementara Bernie Sanders mendapatkan 388.

Investor sebelumnya khawatir jika Sanders yang akan terpilih mewakili Partai Demokrat, akan menggangu Wallstreet, karena Bernie Sanders dalam kampanyenya yang bersumpah untuk membidik miliarder dan pengaruhnya pada pemerintah dan menghapus asuransi kesehatan swasta. Ini berbahaya bagi Wallstreet.

Pasca terpilihnya Joe Biden, saham Wallstreet kembali menguat, Dow30 naik 4.53%  atau naik 1.173,45 point ke level  2709.86.

Sementara itu harga emas tertahan di $1641.00 dan berbalik mantul melemah ke $1639.60.
Melemahnya emas juga didukung positifnya rilis data ISM Non-Manufacturing PMI AS dan data ADP Non-Farm Employment Change AS malam tadi.






PrutonFX-Harga emas hari ini melemah ,tertahan di resistance $1650.00-an seiring dimenangkannya Joe Biden pada poolling pemilihan calon kandidat dari Partai Demokrat yang akan maju untuk melawan Trump di pemilu presiden mendatang, setelah mengalahkan Bernie Sanders.

Investor sebelumnya khawatir jika Sanders yang akan terpilih mewakili Partai Demokrat, akan menggangu Wallstreet, karena Bernie Sanders dalam kampanyenya yang bersumpah untuk membidik miliarder dan pengaruhnya pada pemerintah dan menghapus asuransi kesehatan swasta. Ini berbahaya bagi Wallstreet.
Sementara itu positifnya rilis data ISM Non-Manufacturing PMI AS dan data ADP Non-Farm Employment Change AS malam tadi ikut memberi dorongan pada Dollar AS dan menekan laju emas.

Data ISM Non-Manufacturing PMI AS dirilis di angka 57.3 atau di atas harapan pasar di angka 54.9.

Sedang data ADP Non-Farm Employment Change AS dirilis di angka 183.000 atau di atas harapan pasar di 170.000 pekerja.

Hari ini diperkirakan harga emas akan melemah seiring menguatnya Wallstreet yang membuat Investor akan kembali mengalihkan investasi asetnya ke pasar saham.
Sementara itu minimya rilis data ekonomi AS yang berimpac kuat juga mengurangi volitalitas pergerakan harga emas hari ini.

Diperkirakan harga emas kan bergerak terbatas  dalam kisaran range $1630.00 - $1640.00.

PivotPoint

Emas XAU/USD S3= 1612.95   S2=1622.85   S1= 1630.30  P=140.20   R1=1647.65 R2=1657.60 R3= 165.00

Sentiment Emas Hari ini:

Revised Nonfarm Productivity q/q AS, Revised Unit Labor Costs q/q AS, Unemployment Claims AS (20.30 Wib),  Factory Orders m/m AS (22.00 Wib).





Harga emas pagi ini menguat 0.31% saat tulisan ini dibuat ke level $1600.00 saat tulisan ini dibuat.
Kenaikan harga emas terpicu oleh hasil rilis data data ISM Manufacturing PMI dan data ISM Manufacturing Prices AS malam tadi.

Data ISM Manufacturing PMI dirilis di angka 50.1 atau di bawah  ekspektasi pasar di angka 50.5.
Sementara itu data ISM Manufacturing Prices AS dirilis di angka 45.9 atau juga di bawah ekspektasi pasar di angka  51.2.

Namun demikian kenakan emas sepertinya agak berat seiring likuidasi besar-besaran oleh pedang emas pada hari Jumat kemarin seiring kekhawatiran yang meluas seiring meluasnya virus Corona yang berakibat jatuhnya saham-saham Internasional termasuk saham-saham pertambangan emas Australia yang membuat pedagang melikuidasi sementara posisi terbuka mereka sambal menanti perkembangan lebih lanjut seiring virus Corona.

Tekanan terhadap emas juga membatasi laju bullish emas setelah rilis data Building Approvals m/m  dan Current Account Australia tadi pagi dirilis di bawah ekspektasi pasar.

Australia sebagai negara dan mata uang berbasis komoditi mempengaruhi harga emas .
Untuk hari ini diperkirakan harga emas akan bergerak datar/kurang volatile seiring minimnya rilis data ekonomi AS yang berimpac besar.

Kemungkinan sentiment akan di dapat dari pertemuan G7, apakah akan menyinggung dampak luas virus Corona terhadap ekonomi global.

Jika perwakilan IMF menyinggung dampak ekonomi global akibat virus Corona, maka ini bisa membuat dukungan terhadap laju emas.

Sementara ini diperkirakan emas akan bullish moderat seiring dampak virus ekonomi dan ekspektasi kebijakan bank sentrakl dubia yang cenderung dovish dengan suku bunga rendah.

PivotPoint

Emas  XAU/USD  S3= 1550.35   S2=1566.60   S1= 1580.60  P=1695.80   R1=1608.85 R2=1625.10  R3= 1638.10.



Virus Corona Kini Telah Masuki Timur Tengah

Diposting oleh pruton Rabu, 26 Februari 2020 0 komentar







PrutonFX-Iran sekarang memiliki jumlah kematian akibat coronavirus tertinggi di luar China, mengancam Timur Tengah yang lebih luas.

Kementerian kesehatan Iran pada hari Selasa mengkonfirmasi 15 kematian akibat virus corona baru di tengah 95 kasus di Iran, yang paling fatal dari negara mana pun di luar China.
Kasus-kasus virus kini telah melampaui 80.000 di seluruh dunia, dengan sekitar 2.700 kematian, sebagian besar di Cina.

Di tengah tuduhan dari Iran tentang penutupan pemerintah, secara luas dicurigai bahwa jumlah kasus dan kematian lebih tinggi daripada yang dilaporkan secara resmi.

Wakil Menteri Kesehatan Iran, Iraj Harirchi, telah dites positif untuk virus setelah mengecilkan kekhawatiran wabah hanya beberapa hari sebelumnya.

Iran mungkin adalah contoh pertama dari tingginya insiden COVID-19 di negara dengan infrastruktur kesehatan masyarakat yang relatif lemah

Di China sendiri pergerakan epidemic virus Corona mulai melambat,namun muncul kasus-kasus baru di beberapa negara seperti Korea Selatan,Jepang, Amerika Serikat,Iran,Irak,Italia,Australia dan Afghanistan, namun diperkirakan kesemua negara telah mempersiapkan penanggulangannya.




PrutonFX-Harga emas pagi ini menguat kemabali setelah kemarin terkoreksi secara teknikal.
Harga emas saat tulisan ini dibuat menguat 0.28% ke level $1643.60
Penguatan emas terjadi setelah data ekonomi AS dirilis buruk.
Dimana Dimana data CB Consumer Confidence AS dirilis di angka 130.7 atau di bawah ekspektasi pasar di angka 132.6.

Sementara untuk data Data Richmond Manufacturing Index AS dirilis di angka -2 atau jauh di bawah prediksi pengamat di index 10.
Melemahnya data di atas menujukkan bahwa ekonomi AS saat ini sedang melambat, apalagi data yang turun adalah data manufaktur.

Sementara turunnya data CB Consumer Confidence menunjukkan bahwa masyarkat AS pesimis akan kondisi ekonomi AS ke depan seiring meluasnya virus Corona yang mengganggu stabilitas ekonomi global.

Hari ini market diperkirakan cukup volatile untuk emas seiring banyaknya data ekonomi yang akan dirilis hari ini.

Data-data tersebut adalah Core Durable Goods Orders m/m, Durable Goods Orders m/m, Prelim GDP q/q, Prelim GDP Price Index q/q, Unemployment Claims, dan Pending Home Sales m/m.

PivotPoint

Emas  XAU/USD   S3= 1594.95   S2=1612.05  S1= 1626.80  P=1643.90   R1=1658.65 R2=1675.75 R3= 1690.50

Sentiment Emas Hari ini:

Core Durable Goods Orders m/m (20.30 Wib), Durable Goods Orders m/m, Prelim GDP q/q, Prelim GDP Price Index q/q, Unemployment Claims (20.30 ), Pending Home Sales m/m (22.00 Wib)





PrutonFX-Dalam twitternya WHO mentakan bahwa puncak dari epidemic virus Corona adalah bulan Januari hingga Pebruari awal. Kemungkinan ke depan penyebaran virus ini akan mulai melambat.
Sementara itu berita dari China bahwa Universtas Tianjin berhasil mengembangkan vaksin oral untukmelindungi dari virus COVID19.

Trump telah menajukan anggaran khusus ke Konggres untuk menanggulangi bahaya penyebaran virus Corona.

Semua isu di atas memeberikan tekanan kepada harga emas hari ini, apalagi secara teknikal hal ini mendukung penurunana tersebut, karena harga emas pada Charta Daily telah mencapai level Overbought.

Di China sendiri pergerakan epidemic virus Corona mulai melambat,namun muncul kasus-kasus baru di beberapa negara seperti Korea Selatan,Jepang, Amerika Serikat,Iran,Irak,Italia,Australia dan Afghanistan, namun diperkirakan kesemua negara telah mempersiapkan penanggulangannya.

Sentiment di atas membuat harga emas terkoreksi hari ini.  Emas melemah 1.97% ke level $1643.75.






PrutonFX-Harga emas pagi ini mengalami koreksi 1.18% ke level $1656.70 seiring aksi taking profit pedagang dan sentiment teknikan emas.
Harga emas Daily secara teknikal jika dilihat dengan indikator RSI (14) telah mencapai lever Overbought, sementara pada Indikator Stochastic Oscillator (9,6,3) juga telah menunjukkan level Overbought.

Sementara itu penyebaran virus di China sudah mulai menunjukkan sedikit perlambatan, namun untuk negara-negara Korea Selatan,Jepang,Jerman, Iran, Italia, Afghanistan dan Irak ini merupakan temuan awal.

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional Kristalina Georgieva mengatakan dalam sebuah pernyataan menyusul pertemuan G-20 para menteri keuangan dan gubernur bank sentral di Saudi Saudi kemarin mengatakan bahwa “semua negara dihimbau menyiapkan scenario terburuk”.
Sementara itu data Zona Euro, yaitu German Ifo Business Climate yang dirilis 96.1 atau di atas proyeksi pasar di 95.00 juga turut memberikan sumbangan tekanan terhadap emas.

Namun demikian diperkirakan pergerakan emas akan cenderung bullish hke depan seiring dampak virus Corona yang telah menyebar ke berbagai negara, ini akan menambah kekhawatiran Investor terhadap ekonomi global ke depan.  Hari ini hanyalah koreksi teknikal yang sudah wajar.

PivotPoint

Emas  XAU/USD   S3= 1603.75   S2=1628.40  S1= 1642.25  P=1666.90   R1=1680.75 R2=1705.40
R3= 1719.25

Sentiment Emas Hari ini:

CB Consumer Confidence AS ( 22.00 Wib)






PrutonFX-  Terpantau harga emas di chart Daily ,pasca menyentuh harga $1679.70, harga bergerak melemah ke $1663.50.

Terpantau pada Indikator RSI(14) harga telah melewati tahanan 70% atau telah masuk wilayah Overbought.

Sementara itu pada Indikator Stochastic Oscillator (9,6,3) terpantau garis D% telah memotong garis K% dari atas, ini merupakan sinyal harga telah  jenuh beli (Overbought) dan akan berbalik untuk bearish.

Jika hari ini tidak ada sentiment fundamental yang berarti, maka bisa jadi harga akan turun, namun bila ada sentiment yang kuat (seperti virus Corona), maka harga bisa tertahan di Bullish.