Memanasnya Situasi Timur Tengah Dukung Emas Rebound

Diposting oleh pruton Senin, 06 Januari 2020




PrutonFX-  Harga emas terpantau rebound setelah ketegangan Timur Tengah memanas pasca meninggalnya Jenderal  Senior Iran Qasem Soleimani karena serangan drone udara militer AS.
Apalagi Iran pasca traged itu menyatakan bahwa Iran tidak akan lagi mematuhi batas pengayaan uranium di bawah kesepakatan nuklir 2015.
Tentu ini menimbulkan lkekhawatiran baru akan produksi nuklir Iran ke depan.  Hal di atas memicu emas untuk rebound, tercatat pagi ini harga emas sentuh harga $1587.50 sebagai harga rekor tertinggi dalam 5 tahun terakhir.
Penguatan harga emas juga didukung oleh himbauan Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi mendesak parlemen untuk segera mengakhiri kehadiran pasukan asing, termasuk AS.
Ini membuat Trump meradang dan mengancam akan menjatuhkan sanksi yang sangat berat kepada Irak, jika hal itu dilakukan oleh Pemerintah Irak.
Imbal hasil Treasury 10-tahun, yang bergerak terbalik dengan harga obligasi, jatuh lebih dari 8 basis poin menjadi sekitar 1,79%, penurunan terbesar dalam satu bulan. Indeks dolar AS muncul 0,07%, sementara yen Jepang mencapai tertinggi dua bulan di 107,92 melawan greenback.
Sementara itu jatuhnya data ISM Manufacturing PMI As pada hari Jumat ikut memberi dukungan penguatan emas pada hari ini. Dimana data ISM Manufacturing PMI As dirilis di angka 47.2 atau di bawah ekspektasi pasar di angka 49.00.
Fokus emas pada hari ini tertuju pada hasil pemungutan suara parlemen Irak, apakah akan memutuskan mengusir semua pasukan asing yang ada di Irak, dan respon Trump akan keputusan Parlemen Irak.
Untuk minggu ini fokus pasar emas tertuju pada rilis data tenaga kerja AS, yaitu Non-Farm Employment Change.
Menjelang Hari Raya Imlek, menurut historisnya harga emas biasanya akan menguat sepanjang Januari.

PivotPoint
Emas  XAU/USD   S3=1521.40 S2=  1538.25  S1=  1555.00 P=  1572.00
R1=  1588.40  R2=  1605.30  R3=  1622.00*

Sentiment Emas Hari ini :

Hasil keputusan pemungutan suara parlemen Irak  (tentative), Sikap Trump terkait sikap Iran untuk tidak mematuhi batas pengayaan uranium di bawah kesepakatan nuklir 2015.



0 komentar

Posting Komentar